Cari Tau! Penyebab Timbulnya Jerawat dan Cara Mengatasinya

jerawat

Jerawat merupakan masalah kulit yang terjadi saat folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat dengan minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik di beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, punggu dan dada. Setelah itu, kamu harus mencari tau penyebab timbulnya jerawat.

Memang jerawat bisa dialami oleh siapa saja, pada umumnya sebagian besar orang mengalami jerawat pada masa puber, yaitu remaja berusia 10-13 tahun dan semakin bertambah pada orang yang memiliki kulit berminyak.

Biasanya, jerawat pada remaja umumnya akan hilang dengan sendirinya pada awal usia 20 tahun. Tapi pada sebagian kasus, masih ada yang mengalami masalaj jerawat hingga umur 30 tahun, terutama pada perempuan.

 

Gejala Jerawat

Kamu tau tidak jika jeawat dapat tumbuh hampir diseluruh bagian tubuh. Tapi pada umumnya jerawat muncul pada bagian wajah, bahu, leher, punggung dan dada. Gejala awal munculnya jerawat yaitu munculnya bintik hitam atau komedo.

Bintik hitam yang muncul pada wajah bukan karena berasal dari kotoran, tapi karena terpapar dengan oksigen di udara. Sedangkan komedo putih terletak dibawah permukaan kulit dan memiliki teksture yang lebih keras. Selain adanya komedo hitam dan putih, ada juga jerawat yang ditambah dengan peradangan, diantaranya:

  • Pustula, yaitu benjolan kecil yang diujungnya terdapat nanah.
  • Papula, yaitu adanya benjolan kecil kemerahan yang menimbulkan rasa sakit.
  • Nodul, yaitu benjolan keras yang terbentuk di bawah permukaan kulit, dan kadang terasa menyakitkan.
  • Kista, yaitu berbentuk benjolan besar berisi nanah yang menimbulkan rasa sakit. Sama seperti nodul, kista terbentuk pada bagian bawah permukaan kulit.

 

Penyebab Jerawat

Kamu tau tidak jika terdapat empat kondisi penyebab timbulnya jerawat, diantaranya:

  • Produksi sebum berlebih, sebum merupakan zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering.
  • Sumbatan pada folikel rambut, jerawat muncul ketika folikel rambut tersumbat dengan campuran sel kulit mati dan sebum.
  • Penyebab timbulnya jerawat yang ketiga adalah bakteri Propionibacterium acnes berkembang biak dan menyumbat folikel rambut, serta menyebabkan peradangan.
  • Hormon androgen yang berlebih adalah penyebab timbulnya jerawat yang sering dialami kebanyakan orang.

Kamu tau tidak, folikel yang tersumbat bisa membengkak dan memunculkan komedo putih serta hitam jika terpapar dengan kondisi udara diluar. Kondisi ini jangan dianggap remeh, karena komedo dapat berkembang menjadi pustula, papula, nodul, atau bahkan kista, jika terkontaminasi dengan bakteri kulit.

 

Faktor Risiko Jerawat

Ada beberapa faktor penyebab timbulnya jerawat, di antaranya:

  • Perubahan hormon, 80% kasus jerawat pada perempuan terjadi karena adanya perubahan hormon pada masa tertentu. Misalnya, menjelang menstruasi, tiga bulan awal pada masa kehamilan, atau bisa juga akibat PCOS.
  • Masa puber, penyebab timbulnya jerawat pada masa ini karena aktivitas hormon testosteron yang meningkat. Akibatnya, kelenjar minyak menghasilkan sebum yang berlebihan dari yang dibutuhkan kulit.
  • Penyebab timbulnya jerawat yang ketiga yaitu karena faktor keturunan. Memang benar, seseorang dari keturunan keluarga yang bermasalah dengan jerawat lebih berisiko mengalami jerawat.
  • Adanya gesekan kulit dengan benda, contohnya jerawat di wajah yang diakibatkan terlalu sering mengenakan penutup kepala, adanya jerawat dileher karena pemakaian baju yang terlalu ketat dibagian kerah atau munculnya jerawat di punggung akibat sering menggunakan ransel.
  • Terlalu stres, meski memang stres tidak menyebabkan jerawat tapi dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.
  • Konsumsi obat-obatan, penggunaan kosmetik dan merokok.

 

Diagnosis Jerawat

Penyebab timbulnya jerawat dapat diketahui dengan pemeriksaan langsung pada kulit penderita. Melalui adanya pemeriksaan, dokter dapat menentukan jenis jerawat apa yang tumbuh serta dapat mengukur tingkat keparahannya. Berikut ini tingkat keparahan jerawat:

  1. Jerawat hanya berupa komedo putih dan hitam dengan sedikit papula dan pustula.
  2. Jerawat yang berbentuk papula dan pustula muncul di wajah.
  3. Jerawat yang bermunculan berbentuk papula, pustula, dan nodul, pada wajah, dada, dan punggung.
  4. Jerawat yang muncul berbentuk pustula dan nodul. Muncul pada kulit disertai rasa sakit.

Pemeriksaan kelanjutan biasanya tidak dilakukan untuk mengetahui penyebab timbulnya jerawat yang muncul pada perempuan yang disertai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur. Atau bisa juga terdapat hirsutisme, yaitu tumbuhnya rambut lebat pada bagian yang biasanya berambut pada pria, seperti wajah atau dada. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon akibat PCOS. Untuk memastikan, dokter pasti akan melakukan USG panggul yang dikombinasikan dengan tes darah.

 

Cara Pengobatan Jerawat Yang Aman

Kamu tau tidak jika pengobatan jerawat bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan ada yang tahunan. Itu semua tergantung tingkat keparahan jerawat yang dialami. Jika hanya jerawat ringan, penangan cukup menggunakan krim atau gel dengan kandungan benzoyl peroxide. Ada beberapa cara lagi yang bisa dilakukan untuk pengobatan jerawat. Simak ya!

Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide berfungsi sebagai antiseptik yang bermanfaat untuk membunuh bakteri pada permukaan kulit. Zat ini mampu untuk mengurangi komedo dan mengatasi peradangan. Benzoil peroksida tersedia dalam bentuk gel atau krim, dan digunakan pada wajah yang berjerawat, 20 menit setelah mencuci muka.

Gunakan obat ini hanya secukupnya saja, karena penggunaan yang berlebih bisa menyebabkan iritasi kulit. Ada baiknya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai pemakaian benzoyl peroxide.

Jangan lupa untuk menghindari paparan sinar matahari selama menggunakan obat ini, karena dapat menyebabkan kulit wajah menjadi sensitif dan kemerahan. Terpenting, jangan sampai obat ini mengenai rambut dan pakaian karena akan merubah warna rambut dan pakaian.

Efek samping menggunakan pengobatan jerawat ini adalah membuat kulit kering, gatal, merasa terbakar pada kulit, kemerahan dan terkelupas. Efek samping memang akan hilang dengan sendirinya, saat kamu sudah selesai melakukan pengotan.

Sebagai penghilang jerawat, sebaiknya benzoyl peroxide digunakan selama 6 minggu saja. Tapi ada beberapa penderita jerawat yang disarankan untuk terus menggunakan obat ini dengan frekuensi yang lebih jarang, untuk mencegah jerawat kembali muncul.

Retinoid topikal

Cara kerja obat ini adalah dengan membuang sel kulit mati pada permukaan kulit sehingga tidak akan menyumbat folikel rambut. Jenis retinoid yang digunakan untuk pengobatan jerawat adalah tretinoin topikal. Obat ini hanya dipakai sekali sehari sebelum tidur.

Gunakan obat ini sesuai dosis dan kamu harus melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang berlebih. Tidak dianjurkan digunakan oleh wanita hamil, karena berisiko menyebabkan cacar lahir bagi janin yang sedang dikandung.

Sama seperti benzoyl peroxide, pemakaian retinoid topikal umumnya dijalani hingga 6 minggu. Untuk mencegah jerawat kembali muncul, kamu disarankan untuk terus menggunakan pengobatan jerawat ini, dengan frekuensi yang lebih jarang.

Antibiotik topikal

Obat ini membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi folikel rambut yang tersumbat. Antibiotic tersedia dalam bentuk cairan atau gel yang dioleskan pada jerawat selama 6-8 minggu. Setelah jangka waktu tersebut, pemakaian obat harus dihentikan agar bakteri tidak berbalik menjadi kebal terhadap obat, sehingga berakibat infeksi akan bertambah atau jerawat semakin parah.

Walaupun jarang terjadi, pengobatan jerawat ini bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi dan kemerahan pada wajah serta akan terasa panas dan terkelupas.

Asam azelaic

Pengobatan jerawat yang keempat adalah menggunakan asam azelaic. Obat ini bekerja dengan membuang sel kuliy mati dan membunuh bakteri. Obat ini juga berbentuk krim, biasanya obat ini digunakan bagi kamu yang mengalami iritasi akibat pemakaian retinoid topical atau benzoyl peroxide.

Obat ini biasanya digunakan satu atau dua kali dalam sehari untuk pemilik kulit sensitif. Efek samping obat ini adalah kulit kering, gatal. Perih dan kemerahan.

Tablet antibiotik

Jika jerawat kamu sudah parah, coba ditangani dengan meminum antibiotik yang dikombinasikan dengan pengobatan topical. Pengobatan jerawat ini bisa dilakukan dalam waktu 4-6 bulan, tergantung kulit kamu meresponnya.

Jenis tablet antibiotik yang mudah diserap oleh tubuh adalah tetracycline. Yang perlu diperhatikan, ibu hamil dan menyusui tidak boleh mengkonsumsi obat ini. Biasanya, sebagai penggantinya dokter akan memberikan erythromycin yang lebih aman untuk digunakan.

Terapi hormon

Pengobatan jerawat selanjutnya dengan melakukan terapi hormon. Terapi ini bisa berdampak positif pada wanita berjerawat, terutama jika jerawat muncul saat menstruasi. Jika terkait dengan gangguan hormon, dokter akan menyerankan pengobatan jerawat PCOS dan disarankan untuk mengkonsumsi pil KB kombinasi. Kebanyakan jerawat akan hilang walaupun membutuhkan waktu 1 tahun.

Isotretinoin

Pengobatan jerawat yang berbentuk obat minum tablet. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari obat ini, seperti mengurangi jumlah bakteri pada kulit, mencegah tersumbatnya folikel rambut, mengurangi kemerahan dan bengkak disekitar jerawat, membantu mengontrol produksi sebum.

Biasanya, obat ini digunakan selama 4-6 bulan baru terlihat hasilnya. Pada seminggu hingga dua minggu awal pengobatan jerawat, muka akan memburuk. Meski begitu, kamu tidak perlu khawatir karena hal tersebut merupakan efek yang normal.

Walaupun obat ini banyak manfaatnya, tapi ada efek samping yang bakal kamu rasakan seperti perubahan kadar gula darah, blefaritis atau radang kelopak mata, Kulit kering, retak, dan mengalami peradangan, terutama di bibir dan sekitar lubang hidung.

Sejumlah orang mengakui mengalami perubahan suasana hati saat mengkonsumsi isotretinoin. Ada baiknya, kamu langsung konsultasi dengan dokter jika mengalami perubahan suasana hati seperti tertekan, agresif atau ada keinginan ingin bunuh diri saat sudah mengkonsumsi obat ini.

Itulah pengobatan jerawat yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi jerawat membandel. Kami juga bisa mencoba perawatan lengkap dari DR Rochelle skin expert Indonesia. Masalah kulit bisa diatasi dan kepercayaan diri bisa ditingkatkan.

 

6 Perawatan Wajah Agar Terhindar dari Jerawat

Tidur malam yang cukup tidak hanya mampu membuat badan menjadi segar, ternyata sangat bermanfaat bagi kecantikan kulit. Apalagi sebelum tidur kamu melakukan perawatan wajah, maka pagi hari kulit akan terasa kenyal dan merona bercahaya. Perawatan apa saja sih yang harus dilakukan sebelum tidur? Simak ya!

 

1. Bersihkan makeup pada wajah hingga tuntas

Setelah beraktivitas seharian, pasti makeup yang kamu gunakan sudah bercampur dengan minyak, debu dan kotoran. Langkah awal perawatan wajah yang harus dilakukan adalah menggunakan cleansing milk.

Gunakan Cleansing Milk DR. Rochelle Skin Expert untuk membersihkan makeup dengan tuntas. Krim ini berfungsi untuk membersihkan wajah dan mengangkat sisa makeup sehingga wajah lebih bersih menyeluruh.

 

2. Mencuci wajah

Wajah yang bersih akan memudahkan perawatan wajah lainnya terserap secara optimal. Sangat disarankan untuk mencuci wajah dengan sabun pembersih yang spesifik membersihkan kulit secara tuntas.

Gunakan Facial Wash DR. Rochelle Skin Expert untuk membersihkan kulit dari debu, kotoran, dan sisa makeup. Diperkaya dengan witch hazel dan extract aloe vera sehingga dapat melembapkan, mencerahkan dan menyegarkan kulit wajah.

 

3. Toner

Kamu bisa melanjutkan perawatan wajah dengan menepukkan kapas pada wajah yang telah basahi toner untuk membersihkan lebih optimal. Toner merupakan cairan yang mengandung bahan aktif untuk membantu mengatasi masalah wajah.

Gunakan Toner DR. Rochelle Skin Expert yang membantu menyempurnakan proses pembersihan. Gunakan dua kali sehari setelah membersihkan wajah. Toner sangat mampu membersihkan secara maksimal serta memberikan kelembapan dan kesegaran kulit.

 

4. Serum wajah

Perawatan wajah selanjutnya yaitu memakai serum wajah. Sebotol kecil serum mengandung bahan aktif, vitamin, antioksidan yang dapat menargetkan masalah kulit lebih spesifik.

Gunakan Serum DR. Rochelle Skin Expert, diformulasikan mengandung jojoba oil yang dapat mencerahkan dan melembapkan kulit. Diperkaya vitamin E dan A yang bermanfaat untuk meremajakan dan memperbaiki kulit, serta menyamarkan flek hitam.

5. Krim mata

Memasukkan krim mata sebagai perawatan wajah pada malam hari merupakan salah satu cara menjaga penampilan wajah agar awet muda. Gunakan Ultimate Power Eye Treatment untuk membantu menyamarkan garis halus dan kerut disekitar mata, merawat dan mengembalikkan elastisitas kulit sehingga kulit menjadi lebih lembut dan kenyal.

 

6. Krim malam

Perawatan wajah yang terakhir dan tidak boleh ketinggalan yaitu memakai night cream. Krim malam bermanfaat untuk mencerahkan, menghaluskan, menghilangkan flek dan tanda-tanda penuaan pada kulit, memulihkan kondisi kulit kusam dan kulit bermasalah kembali sehat.

Setelah selesai menjalani rangkaian perawatan wajah untuk malam hari, jangan lupa untuk memastikan bahwa kamu cukup tidur nyenyak agar kulit bisa bekerja lebih optimal dalam memelihara kesehatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *